SMP INTEGRAL LUQMAN AL-HAKIM

Rabu, 12 April 2017

Pemantulan dan Pembiasan Cahaya

  • Bunyi hukum pemantulan cahaya
Sifat pemantulan cahaya diselidiki oleh willebord snellius (1591-1626) yang kemudian kita kenal dengan  hukum pemantulan cahaya:
  1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar
  2. Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul
Berdasarkan keadaan permukaan bidang pantul, pemantulan cahaya dibedakan:
  1. Pemantulan baur (diffus) adalah pemantulan yang terjadi jika sumber cahaya jatuh pada benda yang permukaannya kasar, sehingga cahaya dipantulkan ke segala arah yang tidak tentu
  2. Pemantulan teratur adalah pemantulan yang terjadi jika sumbu cahaya mengenai permukaannya yang liicin, sehingga pemantulannya tertentu
  • Pemantulan cahaya
Setiap benda di sekelilingmu bersifat memantulkan cahaya. Itulah yang menyebabkan benda tersebut dapat terlihat. Beberapa permukaan benda bersifat memantulkan cahaya yang mempunyai panjang gelombang tertentu. Hal ini yang menyebabkan benda mempunyai warna yang berbeda.
pemantulan
  • Pembiasan cahaya
Pembiasan cahaya adalah pembelokan sebesar cahaya yang merambat dari medium satu ke medium lainnya yang berbeda kerapatannya.
Hukum pembiasan dikenal dengan hukum snellius berbuunyi :
  1. Sinar datang, garis normal, sinar bias terletak pada satu bidang datar
  2. Perbandingan proyeksi sinar datang dengan proyeksi sinar bias pada bidang bidang batas dua medium adalah tetap yang disebut dengan indeks bias.
pembiasan

IPA Alat Optik





Senin, 09 Januari 2017

Semangat Semester 2

Di semester 2 ini saya berharap semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi, lebih fokus lagi dalam belajar, lebih disiplin lagi, dan intinya leih baik lagi dari pada semester 1 kemarin.

Target saya di semester 2 ini adalah, lebih giat belajar, lebih disiplin, hafalan juz 28 tuntas (kalo bisa lebih dari itu), menjadi yang lebih baik lagi, menjalankan amanah dan tugas dengan baik, intinya lebih baik dari yang kemarin. Insya Allah...
Bismillah....

"Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd : 11)

Selasa, 06 Desember 2016

Family Expo

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai!!!

Kemarin waktu hari Jum'at - Minggu (25-27), sekolahku mengadakan event di Atrium Plaza Balikpapan, yaitu, Family Expo "Galang Generasi Gemilang". Ada banyak perform dari  PG, TK, SD, dan pastinya dari SMP. Ada lomba-lomba untuk umum juga, yaitu, lomba Tahfidz, Mewarnai, Lego, dan masih banyak lagi.  Ada artis-artis dari Ibu Kota juga untuk mengisi acara Talk Show, yaitu, Neno Warisman, Caisar Aditya dan Indadari, Ust. Syaikhu, Ust. Zain. Dan yang terakhir ada Stand-stand seperti Sains, Math, Olahraga, dan masih banyak lagi.

Untuk perform ada yang perform Puisi 3 bahasa, Story Telling, Tapak Suci, Parade Al-Qur'an, Al-QAur'an Jarimatika, dan masih banyak lagi. Kalau aku, ikut Presentasi Sains yang berbasis Tauhid dengan judul "Tahap Pertumbuhan Manusia Sebelum Hingga Sesudah Lahir" tentang ". Aku sangat senang pada saat hari Sabtu, karena aku perform dan Abiku pulang duluan dari Jakarta untuk melihat performku. Untuk performence Presentasi, aku tidak sendirian. Aku ditemani oleh kakak kelasku yang bernama Yunika. Saat di pertengahan perform, ada yang membuat aku dan kak Yunika menangis, karena....... something.

Mungkin itu aja yang mau aku cerikan sama kalian...
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 06 November 2016

Artikel Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika, dan Zat Aditif

           Terdapat suatu kenyataan yang sulit dipercaya , bahwa hampir semua pengguna Narkoba mengetahui bahaya dari Narkoba, namun hanya sedikit yang bersedia dan berhasil untuk menghentikan kebiasaannya tersebut. Ancaman penyakit yang mengintai  terkadang tidak cukup ampuh untuk membuat pacandu menghentikan kebiasaannya . Narkoba  di satu sisi merupakan suatu  yang dibenci dan dicoba untuk dihindari , namun disatu sisi yang lain dianggap sebagai sahabat setia yang terus dicari dan dijadikan sebagai salah satu alat pergaulan. Narkoba dipandang sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani dan dikurangi , karena mengandung berbagai senyawa beracun dan bersifat karsinogenik  (dapat menyebabkan keganasan). 
         Kebiasaan merokok, sebagai salah satu media menikmati narkoba , misalnya putauw  ternyata juga mempunyai keterkaitan dengan penyakit Tuberculosis ( TBC ) , sehingga  keduanya merupakan agenda penting dari WHO akhir-akhir ini . Hal ini juga merupakan masalah yag sangat penting bagi Indonesia yang merupakan penyumbang kasus TBC ketiga terbanyak di dunia  (Aditama, Kompas , hal 28 , 16 April 2003 ) Pada tahun 1964 , WHO sebagai badan kesehatan sedunia menyatakan bahwa istilah "adiksi" tidak lagi menjadi istilah ilmiah dan menganjurkan menggantinya dengan istilah "ketergantungan obat ". Ketergantungan obat dalam hal ini meliputi dua dimensi yaitu ,ketergantungan perilaku  dalam aktivitas mencari-cari zat , dan ketergantungan fisik beserta gejala-gejala yang muncul sebagai akibat ketergantungan obat tersebut.  
         Ketergantungan pada Putauw atau disebut dengan nama lainnya yaitu Amphetamin, crack, ice, meth, crystal, shabu , atau speed banyak disebut sebagai salah satu bentuk ketergantungan yang paling tua dalam sejarah modern , dikarenakan ditengarai sudah dilakukan semenjak tahun1932 .Penelitian yang dilakukan oleh National Household Survey on Drug Abusedi Amerika pada tahun 1991 , satu persen dari total populasi 20.145.033 remaja berusia 12-17 tahun mengalami ketergantungan terhadap putauw. 
          Demikian juga empat persen dari populasi 28.496.148 remaja berusia 18-25 tahun ( Kaplan , 1997 ) Survei tersebut juga menemukan bahwa jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dalam hal jumlah penyalahgunaan putauw yaitu 7.4 juta yang merupakan penguna dibanding 5.4 juta wanita. Hal yang memprihatinkan adalah jumlah narkoba yang disalahgunakan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan dalam usia pertama kali orang merokok yang semakin muda.
         Menurut data dari National Institute on Drug Abuse ( NIDA ) pada tahun 1991 di Amerika terdapat kecenderungan peningkatan jumlah pecandu baru pada kelompok usia 18 sampai 25 tahun, namun jika dilihat dari  jumlah narkoba yang dikonsumsi , kelompok usia dewasa 26 sampai 34 tahun adalah kelompok usia yang terbanyak menghabiskan narkoba dalam satu harinya ( Kaplan ,  1997)
          Para ahli terus melakukan penelitian untuk mencari jawaban atas pertanyaan penyebab dari kebiasaan mecandu pada tiap tahapan usia. Berbeda dengan kebiasaan mecandu yang dilakukan oleh remaja  yang lebih karena usahanya dalam mencari jati diri atau tekanan dari kelompok sebaya ( Prabandari , 1994 ) , maka kebiasaan menggunakan putauw pada usia dewasa selain sebagai akibat kebiasaan merokok yang dilakukan semenjak usia remaja juga merupakan usaha untuk melarikan diri dari perasaan frustrasi dan depresi sebagai akibat dari lingkungan kompetitif  yang dihadapinya ( Butler dalam Kaplan , 1997 ).
        Sementara itu , gencarnya pengaruh dari lingkungan pergaulan yang dialami,  sering dituding sebagai salah satu penyebab dari terus bertambahnya angka pecandu di kalangan masyarakat. Di sisi lain ,  Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang pembatasan penggunaan narkoba  ,beserta hukuman bagi pecandu maupun pengedar masih dianggap terlampau lunak dan pelaksanaan yang belum merata, serta masih maraknya suap di kalangan penegak hukum membuat upaya pemberantasan narkoba masih sangat sulit dilakukan  . Hal ini membuat tingkat bahaya narkoba dan kecenderungan ketagihan dan ketergantungan pada narkoba akan semakin tinggi , dan semakin sulitnya seseorang untuk melepaskan dirinya dari ketergantungan terhadap narkoba 
        Ketagihan yang disebabkan oleh narkoba , seringkali bukanlah suatu kebiasaan yang dapat dengan mudah diubah oleh seseorang . Seringkali pula  bantuan ahli atau adanya terapi diperlukan dalam usaha mengendalikan perilaku merokok . Dalam dunia Psikiatri , misalnya, dikenal terapi kombinasi penggunaan nikotin transdermal , atau obat - obatan jenis  pengganti nikotin , seperti Lobeline ( tablet hisap nikotin) , Clonidine ( Catapres ) , anti depresan khususnya Fluoxetine ( Prozac ) , dan Buspirone ( Bu Spar )  ( Kaplan , 1997 ) . Namun, kemudian disadari bahwa hanya dengan terapi kimiawi saja tidak cukup efektif untuk mengendalikannya.
      Fenomena penyalahgunaan zat mempunyai banyak implikasi untuk penelitian. Dikatakan bahwa beberapa zat dapat mempengaruhi perilaku baik internal , misalnya :mood  ataupun eksternal yaitu perilaku yang dapat diamati oleh orang lain. Dalam hal ini dikatakan bahwa penggunaan psikotropika, termasuk putauw dengan kerusakan fungsi otak adalah berhubungan erat. 
          Dalam hal ini , penanganan yang lebih serius untuk mencegah semakin luasnya penyebaran narkoba perlu dilakukan secepatnya agar efek merusak  pada kalangan remaja dapat dicegah sedini mungkin mengingat bahwa biaya  yang digunakan untuk melakukan rehabilitasi narkoba telah mencapai 200 milyar dolar pada tahun 1990-an di Amerika saja, belum termasuk di belahan lain di dunia , jauh lebih besar dibandingkan pemasukan devisa bagi sebagian besar negara di dunia .

Minggu, 30 Oktober 2016

Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga

Dalam kehidupan keseharian kita, dengan atau tanpa kita sadari penggunaan bahan kimia telah melekat dalam kehidupan kita. Tidak hanya dalam skala yang besar seperti pada skala industri, pada skala kecil di lingkungan rumah tangga pun ternyata bahan-bahan kimia ini sangat banya digunakan.
Apa dan bagaimana bahan kimia dalam rumah tangga ini, sudah sepatutnya untuk diketahui, penggunaannya baik dampak positif maupun dampak negatif. Sehingga kita dapat bersikap bijaksana dalam menggunakannya.
Makalah sederhana ini, membahas sekelumit beberapa bahan kimia yang umum digunakan dalam kegiatan sehari-hari dalm rumah tangga. Semoga makalah yang sederhana ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita.
Berikut akan dijabarkan sekilas beberapa bahan kimia yan umum digunakan dalam kegiatan rumah tangga.
1.  Sabun Mandi
Sabun tangan berdasarkan bentuknya terbagi dua, yaitu sabun batangan dan sabun cair. Bahan utama yang umum digunakan berasal dari minyak nabati seperti minyak kelapa atau minyak zaitun yang dinamakan trigliserida dan alkali yang digunakan soda kaostik atau basa lain seperti kalium hidroksida  
2.  Detergen
Kebanyakan ibu rumah tangga menggunakan detergen dalam mencuci pakaian dibandingkan dengan sabun.detrgen mempunyai keunggulan daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Gliserin yang mengikat kotoran sehingga pakaian menjadi bersih. Jenis-jenis detergen yaitu deterjen cair, detergen krim, dan detergen bubuk.
Bahan-bahan yang terkandung dalam detergen, secara umum sebagi berikut:
1.   Surfaktan
Bahwa bahan utama dari semua sabun adalah surfaktan, begitu juga dengan detergen. Bahan kimia yang digunakan dapat berupa sodium lauryl  sulfonat. sodium lauryl  sulfonate memiliki beberapa nama dagang yaitu nama texapone, emal, luthensol, dan neopelex. Secara  fungsional bahan ini berfungsi dalam meningkatkan tingkat kebersihan. Cirri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak danbentuknya gel ( pasta ).
Secara garis besar, terdapat empat ketegori surfaktan yaitu :
a.     Anionik
                 - Alkyl Benzene Sulfonate ( ABS )
                 - Linear Alkyl Benzene Sulfonate ( LAS )
                 - Alpha Olein Sulfonate ( AOS )
b.     Kationik  : garam ammonium
c.     Non ionic : Nonyl Phenol Polyethoxyle
d.     Amhoterik : Achyl Ethylenediamines
Fungsi surfaktan anionik adalah sebagai zat pembasah yang akan menyusup ke dalam ikatan antara kotoran dan serat kain. Hal ini akan membuat kotoran menggulung, lama kelaman menjadi besar, kemudian lepas ke dalam air cucian dalam bentuk butiran. Agar butiran ini tidak pecah kembali dan menempel di kain, perlu ditambahkan jenis surfaktan lain yang akan membungkus butiran tersebut dan membuatnya tolak menolak dengan air, sehingga posisinya mengambang. Ini untuk memudahkannya terbuang bersama air cucian.
2.   Pembentukan ( builder )
builder berfungsi meningkatkan efisiensi pencucidari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air. Berikut beberapa builder:
a.  Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate ( STTP )  
b.  Asetat : Nitril Tri Acetate ( NTA ), Ethylene Diamine Tetra Acetate ( EDTA )
c.  Silikat : Zeolit
d.  Sitrat : asam Sitrat
3.   Pengisi ( Filter )
Filter  adalah bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi ,menambah kuantitas. Bahan pengisi menetralisir kesadahan air atau melunakkan air, mencagah menempelnya kembali kotoran pada bahan yang dicuci dan mencegah terbentuknya gumpalan dalam air cucian.
4.     Aditif
Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dan lain sebagainya. Bahan aditif ini tidak berhubungna langsung dengan daya cuci detergen. Pemberian bahan aditif ini, lebih kepada tujuan komersialisasi produk. Contohnya enzim, boraks, sodium klorida, carboxy methyl cellulose ( CMC ). Penambahna CMC ( berbentuk sebuk putih ) berfungsi untuk mencegah kptoran kembali ke pakaian.
3.  Pemutih Pakaian
Bahan  pemutih pakaiann biasanya digunakan untuk menghilangkan noda membandel yang menempel pada serat kain. Bahan kimia aktif pada pemutih adalah senyawa Natrium Hipoklorit ( NaOCI ). Senyawa yang mengandung klor ini mampu mengoksidasi zat pemberi warnapada noda sehingga struktur molekul zat pewarna tersebut berubah dan menghilang.
Penggunaan bahan pemutih pun perlu kehati-hatian, karena bila digunakan terlalu banyak dapat bersifat korosit, tidak saja merusak serat kain tetapi juga dapat menimbulkan panas dan iritasi pada tangan
4.  Sabun Pembersih Lantai
Sabun pembersih lantai berupa cairan yang berfungsi tidak hanya membersihkan tetapi juga membunuh kuman  ( desinfektan ). Senyawa desinfektan yangbiasa ada dalam cairan pembersih lantai adalah fenol. Selain itu, getah dari pohon pinus  yang di olah melalui proses penyulingan, menghasilkan residu bernama arpus ( gondorukem ), merupakan bahan utama sekaligus sebagai bahan aktif pembuatan karbol atau kreolin,
5.  Sabun Pencuci Rambut ( Sampo )
Sampo adalah produk perawatgan rambut berupa detergen cair yang digunakan untuk menghilangkan minyak, debu, serpihan kulit, dan kotoran lain dari rambut. Sampo, bila dicampur dengan air, dapat melarutkan minyak alami yang dikeluarkan oleh tubuh.
6.  Pasta Gigi (Odol)
Pasta gigi digunakna untuk membersihkan kotoran yang menempel pada gigi. Akibat gigi ynag kotor atau kurang terawatt dapat menimbulkan berbagai macam penyakit gigi,gisi, dan mulut.
Kandungan bahan-bahan pada pasta gigi pada umumnya terdiri dari :
a.  Bahan Pembersih ( Polishing Agent )
Bahan ini terdari dari bahan-bahan abrasit seperti kapur presipitasi, trikalsium fosfat, aluminium fosfat, magnesium trisilikat, kalsium karbonat, fluoride, dll. Hampir seluruh  dari total berat pasta gigi tersiri dari bahan-bahan pembersih ini. Fungsi dari bahan pembersih ini adalah membersihkan kotoran yang membandel pada gigi dan membantu menghilangkan disklorisasi pada gigi.
b.  Bahan Pelembab ( moistener Agent )
Penembahan bahan ini berguna untuk menghindari terjadinya pengeringan pengerasan pasta. Bahan yang sering digunakan adalah gliserin, sorbitol, propilen glikol, dan lain sebagainya.
c.   Bahan Pembuat Busa ( Detergent and Foaming Agent )
Bahan ini befungsi untuk membantu aksi pembersih dengan cara membasahi gigi dari partikel makanan yang tertinggal, juga berfungsi untuk mengemulsikan mucus ( lendir ). Deterjen yang peling sering digunakan adalah sodium lauril sulftat dan magnesium lauril sulfat.
d.  Bahan Pengikat ( Bunch Agent )
Bahan ini sangat esensial untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pasta  ( pasta menjadi stabil ). Bahan yang lazim digunakan adalah pati  ( starch ), gum tragacanth, sodium alginate ( manucol SA ), modified iris most dan bahan sintetik seperti propilen  glukol.
e.  Bahan Pemanis ( sweetener Agent )
Bahan pemeberi rasa manis yang sering ditambahkan pada pasta adalah sakarin dengan konsentrasi antara  0,1-1,3 %, gula juga dapat digunakan namun sayangnya cenderung mengkristal.
f.   Bahan Pemberi Rasa ( flavor Agent )
Untuk pasta gigi anak-anak, bahan pemberi rasa ditambahkan dari minyak essensial buah-buahan seperti anggur,stroberi, melon dan sebagainya. Pemberi rasa segar ditambahkan minyak peppermint, untuk menghindarkan rasa mual ketika menyikat gigi.
g.   Bahan Pengawet ( Preservative Agent )
Bahan pengawet ditambahkan untuk menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta. Sifat dari bahan pengawet yang ditambahkan tidak boleh bersifat toksik ( racun ). Bahan yang bias ditambahkan adalah sodium benzoate atau sodium hidroksibenzoat.
3.  Bahan Pewangi
Pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk, mulai dari produk kebutuhan wanita, hingga produk kebutuhan rumah tangga seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk.
Produk yang memilki wewangian yang khas dan menarik memang cukup digemari oleh masyarakat, karena memberi sensasi segar, bersih,  nyaman dan menenangkan ( relaks ).
1.   Parfum ( Deodorant)
Parfum mengandung pelarut tambahan yang berfungsi sebagai media atau foundation, baik parfum itu asli atau sintesis. Persentase kandungan bahan kimia dalam parfum sekitar 30% tergantung dari jenis produknya. Bahan kimia wewangian alami diperoleh  dari ekstraksi bahan yang mengandung wewangian, seperti mawar, melati, jeruk, sroberi, dan masih bnayak lagi.
Sedangkan bahan kimia sintesis dalam bentuk wewangi diperoleh dari bahan dasar turunan  petroleum, seperti dari benzene dan aldahida.
2.   Kapur Barus
Kapur barus atau kamper ( C10H16O ) merupakan Kristal yang mudah menyublim. Bahan pewangi ini berasal dari getah pohon kapur barus yang mengandung senyawa kimia bernama naftalen. Selain berfungsi sebagai pewangi, kapur barus berfungsi juga sebagai pengusir hama. Seperti rayap, kutu ataupun jamur.
3.   Pewangi Ruangan ( Aromaterapi)
Produk aromaterapi natural dipasarkan dalam bentuk minyak esensial,”akar wangi” atau bentuk rangkaian bunga kering pot pouri. Penggunaan minyak esensial cukup irit, cukup 1-3 tetes saja, dapat mengharumkan satu ruangan. Molekul pewangi alami memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri. Oleh sebab itu harga jual pewangi alami lebih mahal dibandingkan pewangi sintesis.
Sedangkan pewangi sintesis, lebih mudah diperolah dipasaran dengan bergam bentuk karena diproduksi secara masal. Misalnya dalam bentuk spray yang disemprotkan, lilin-lilin padat yang dibakar  atau deodorant ruangan yang dialiri arus listrik melalui stop kontak sumber arus.
Harum mewangi terjadi melalui proses difusi, dimana lambat laun bau mewangi itu akan menyebar memenuhi ruangan.
4.   Bahan Pembasmi  Hewan Pengganggu
Pembasmi hama yang sering digunakan dalam rumah tangga adalah pestisida jenis insektisida dan rodentisida, seperti obat anti nyamuk, dan obat anti tikus.
Ada beberapa jenis obat anti nyamuk dipasaran, mulai obat nyamuk bakr, obat nyamuk elektrik, spray, dan lotion anti nyamuk. Umumnya, obat nyamuk di Indonesia mengandung senyawa kimia diklorvos, propoksur dan transflutrin. Sedangkan obat nyamuk lotion mengandung senyawa DEET ( dietil toluamida).
  INFO SEPUTAR PEWANGI
Berikut adalah tabel informasi tentang kandungan wewangian sintesis serta beberapa efek samping yang akan ditimbulkan jika terhirup dalam jumlah banyak dan kontinyu.
Aroma
Kandunagan Bahan
% Berat Bersih
Tanda Keracunan
Jeruk, Lemon
Fruity-fragrance 86-173
Limonin >50%
Kanker, peradangan pada mata dan kulit
Lavender
Lavender-fragrance 93-054
Linalool 10-50%
Gangguan pernapasan
Tomat
Tomato oil 010
Propilin glikol >50%
Peradangan pada mata dan kulit, jika tertelan dan terhirup dapat menyebab kan pingsan dan tak sadar
Pepermint
Spearmint oil 660
Karvon >50%
Menyebabkan peradangan pada mata dan kulit
Musim bunga
Sping flowers fragrance 5975
Karbitol 10-50%
Gangguan pernapasan dan sistem saraf, peradangan mata.
Peppermint
Peppermint 501
1-menthol 10-50%
Lesu lemah mual, muntah sakit perut, vertigo, hilang keseimbangan pergerakan anggota badan, mengantuk dan koma.
Buah-buahan
Bergamont oil 100
Linalil asetat, lomonin, linalool, 10-50%
Gangguan pernafasan, peradangan mata dan kulit
Bunga-bungaan
Bouquet floral 3881
Benzal asetat 10-50%
Kanker pancreas,
peradangan mata, saluran pernafasan dan batuk
Kulit kayu manis
Cinnamon oil 950
Sinamik aldhehid >50%
Peradangan system pernafasan dan kulit, mengantuk. Jika tertelan menyebabkan muntah, sakit perut dan diare.
Wangi cemara
Alpha pinene P & F
a-Pinen 97,5%
Menggangu system pernafasan, kerusakan paru-paru, vertigo, denyutan jantung meningkat, pusing, halusinasi, kebakaran dan keasan terbakar pada kulit, konjunktivitas, merusakkan system pertahanan badan.
Lila
Alpha terpineol P & F, FCC
a-terpineol 88,5%
Peradangan lapisan mucus pada paru-paru, pneumonitis, susah bernafas, kehilangna koordinasi anggota badan, sakit kepala
Berikut ini, tabel mengenai efek samping yang di sebabkan kandungan pewangi pada produk rumah tangga seperti minyak wangi, deodoran, cologne, penyegar udara, sabun pencuci piring, hairspray, detrgen dan lain sebagainya.
Kandungan Bahan Kimia
Tanda Keracunan / Efek Samping
3-Butane-2-one
Peradangan pada kulit dan sistem pernafasan
Aseton
Menggangu system saraf pusat, kekeringan pada mulut dan tenggorokan, pusing, lesu, hilang keseimbangan , tidak sadarkan diri, dan koma.
Siklopentana(g)-2-benzopiran
Peradangan pada kulit, mata dan saluran pernafasan
Etanol
Lesu, peradangan pada mata dan bagian atas system pernafasan, pusing, penglihatan yang kabur, hilang keseimbangan, dan kesemutan.
Etil asetat
Sakit kepala, kulit kering dan pecah-pecah, kekurangan darah, kerusakan hati dan ginjal, peradangan pada mata dan saluran pernafasan
Fenol, Ester
Gangguan system saraf, dan kanker
Hidrosinamaldehid, p-tert-butil-alfa-metil
Pingsan, sulit bernafas, gangguan system reproduksi pada pria
Metilen Klorida
Kanker, sesak nafas ( karena metabolism karbon monoksida ), sakit kepala, pusing,lelah, sensitif
Phenol, 2,60 bis (1,1-dimetileti)-4-metil
Gangguan pada janin dan system reproduksi
Benzaldehid
Mengganggu system saraf pusat, peradangan pada mulut, tenggorokan, mata, kulit,paru-paru, lesu, sakit perut dan kerusakan ginjal
Kamper (kapur barus)
Alergi pada kulit, peradangan pada mata, hidung, dan tenggorokan, pusing, lesu dan tak sadarkan diri
Benzyl alcohol
Peradangan pada system pernafasan, pusing, lesu,  muntah,tekanan darah rendah, gangguan system saraf, kesulitan bernafas
Karbitol
Peradangan pada mata, kulit saluran pernafasan paru-paru.
Pembasmi tikus adalah rodentisidayang mengandung senyawa kimia arsenikum, fosfor, dan striknin. Ketiga senyawa itu berbahaya tidak hanya bagu tikus, tapi juga bagi hewan lain dan manusia karena bersifat racun.

( http://kerajinanhomeindustry.blogspot.co.id/2013/05/bahan-kimia-dalam-rumah-tangga_3664.html )